Sang Rembulan pun Tersenyum

Sang Rembulan pun Tersenyum
Oleh: Aisyah Asafid Abdullah
Bersama sama merupakan sesuatu hal tidak mudah. Butuh kesabaran untuk selalu menunggu satu dengan yang lainnya. Mungkin kebanyakan bisa melakukannya kapan saja, tapi bagi Matahari bersama sama adalah hal yang dirindukan semenjak dulu. Bagaimana dia menunggu sang Rembulan saat senja namun tetap tidak bertemu.
Terkadang Matahari begitu sedih melihat hal sepele dipermasalahkan. Banyak kata yg yang dilontarkan Bumi. Pungkasnya "Kapan bintang bintang itu datang?". Pungkasnya lagi "Kalau begini bisa terguncang Alam semesta" Begitu banyak sekali yang ia bicarakan. Sampai sampai Rembulan mendengar perkataa Bumi. Ia beranjak pergi sejenak dan menangis karna terguncang hatinya.
Sejatinya tidak perlu ditunggu Bintang Bintang akan datang pada waktunya yang dikhendaki Allah. Menemui Sang Rembulan, penyejuk hati menenang Semesta dan menemani Bumi di kegelapan Malam. Bumi tidak menyadarinya karena Syetan Menutupi.
Namun begitu besarnya cinta Sang Rembulan dan Bintang-Bintang ahirnya Bumi luluh menunduk. Tanpa bicara apapun ia tahu bahwa bintang bintang adalah teman sejatinya yang selalu menerangi ia dikegelapan dan dinginya Malam.
Ahirnya mereka bersama sama pulang membawa Sang Rembulan dengan senyuman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Andai memiliki Kekuatan Seribu Tangan