Andai memiliki Kekuatan Seribu Tangan
Oleh : Aisyah Asafid Abdullah
Seminggu ini ia mulai meniti niti hati. Agar lebih kuat meninggalkan separuh jiwanya. Jauh dilubuk hatinya ia tak ingin pergi, hanya saja pikirnya "Tanggung jawab harus dipertarungkan agar tidak ada kesalahan pahaman pada tiap sesama".
Kendati ada saja yaang menemui ia pada titik kesedihan yg tak tertahankan karena beberapa faktor yang seharusnya mendukung tapi malah membuat ia "baper". Sepele karena sesuatu hal yang ia tidak sampai menyentuh karena ia tidak memiliki kekuatan seribu tangan. Pungkasnya dalam hati "Andai aku memiliki seribu tangan, jangankan mainan yang berceceran menjadi kuda pengangkut airpun akan aku lakukan".
Kenyataannya, Ia hanya memiliki dua tangan namun pada dalam kenyakinannya ia bs memiliki kekuatan 1000 tangan. Namun pada pengerjaanny kekuatan 99,9 tangan masih loding badan sudah ringkih linu.
Ketika sudah merasa linu, ia hanya menyadari keterbatasannya sehingga ia lebih memilih prioritaskan separuh jiwa, pintu surganya dan diri sendiri untuk tetap sehat.
Ia berharap bapernya adalah menumbuhkan kekuatan, memperbaiki segala hal. Tidak lama lama karena banyak hal yg harus dikerjakan begitu juga mereka utama separuh jiwanya butuh ia yang bahagia sehingga bisa aman lancar dan terkendali
Komentar
Posting Komentar